Pelaksanaan Kegiatan FGD Di Kota Bengkulu Tahun 2008

Salah  satu upaya yang dilakukan oleh dinas Kesehatan Kota Bengkulu untuk menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu adalah mengetahui keadaan ibu hamil tentang pengetahuannya, sikap dan perilaku ibu selama hamil serta  tradisi masyarakat mengenai kehamilan. Upaya yang telah dilakukan untuk mengetahui keadan ibu hamil tersebut melalui dana DHS tahun 2008 dilaksanakan kegiatan FGD atau Focus Group Diskusi. Adapun bentuk kegiatan FGD adalah mengumpulkan ibu hamil setiap posyandu berjumlah 10 orang dengan dipandu oleh bidan puskesmas.  Kegiatan FGD dilaksanakan di 90 Posyandu dibagi menjadi 2 angkatan. Angkatan pertama dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 30 Agustus 2008  dengan jumlah sampel 45 posyandu . Angkatan ke 2 dilaksanakan dari tanggal 6 November s/d 28 November 2008 dengan jumlah sampel 45 posyandu. Hasil kegiatan FGD yang telah dilakukan di 90 posyandu dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:

  1. Dilihat dari pengetahuan ibu hamil tentang ANC sudah baik dan sebagian ibu hamil memeriksakan    kehamilannya ke petugas kesehatan, seperti bidan dan dokter spesialis.
  2. Pengatahuan ibu hamil tentang buku KIA sebagian besar ibu sudah baik dan hanya sebagian kecil yang tidak mempunyai buku KIA alasananya karena mereka tidak memeriksakan kehamilan ke pelanyanan kesehatan ( Posyandu dan Puskesmas), bahkan bagi ibu hamil yang memeriksakan kehamilan ke dokter spesialis tidak mendapatkan buku KIA.
  3. Sebagian besar ibu hamil mempunyai makanan pantangan seperti tidak boleh makan nanas, kerupukkulit, kerak nasi, tebu, duren dan tape karena menyebabkan bayi panas. selain itu ada ibu hamil tidak boleh minum es karena akan menyebabkan bayi besar sehingga sulit melahirkan.
  4. Sebagian besar responden sudah mendapatkan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) dan sudah tahu manfaat dari imunisasi TT (Tetanus Toxoid) yaitu untuk mencegah penyakit tetanus pada bayi.
  5. Sebagian besar responden mendapat tablet Fe selama kehamilan dan tahu kegunaan dari tablet Fe yaitu untuk tambah darah dan meminumnya 1 kali sehari. namun ada sebagian kecil responden belum mengkonsumsi tablet Fe sesuai anjuran petugas karena responden merasa mual dan sering muntah.
  6. Sebagian besar responden tidak tahu tentang desa siaga dan belum pernah mendengar sama sekali dan tidak tahu apakah daerah tempat tinggalnya sudah termasuk desa siaga atau belum. Sebagian responden tahu tentang desa siaga yaitu seda siap antar jaga, bidan siaga, ambulans siaga dan siap melayani kesehatan 24 jam.
  7. Sebagian besar responden tidak tahu tentang GSI (Gerakan Sayang Ibu) bahkan belum pernah mendengar sama sekali, hanya sebagian kecil responden yang tahu tentang GSI yaitu Gerakan Sayang Ibu yang diperoleh dari media massa seperti televisi.

Dengan adanya kegiatan FGD petugas dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini petugas perlu meningkatkan penyuluhan tentang kesehatan ibu hamil dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Serta dapat meningkatkan sosialisasi tentang GSI dan Desa Siaga bagi masyarakat khususnya ibu hamil.

No Comment

No comments yet

Leave a reply