Kematian Perinatal di Kota Bengkulu Tahun 2008

Derajat Kesehatan dapat diukur dengan angka kematian bayi. Jumlah kematian bayi pada tahun 2008 di kota Bengkulu sebanyak 39 orang (5,63%) dari 6.923 kelahiran hidup, Adapun penyebab kematian bayi yaitu  12 orang di sebabkan oleh BBLR, 7 orang disebabkan oleh asfiksia, 1 orang disebabkan oleh infeksi dan terbanyak  disebabkan oleh penyakit lain-lain  yaitu 17 orang. Penyakit lain-lain ini diantaranya yaitu 5 orang disebabkan oleh IRDS, 1 orang muntah-muntah, 3 orang disebabkan oleh bayi dengan partus macet, 1 orang dengan kelainan jantung, 1 orang disebabkab karena diare, 1 orang disebabkan karena Encepalus, 1 orang dengan cacat bawaan (Tidak ada dinding perut), 2 orang disebabkan karena jantung bawaan, gameli dan kebiruan, 1orang disebabkan karena bibir sumbing dan 1 orang disebabkan bayi lahir dengan placenta previa. Kematian bayi 1-12 bulan berjumlah 2 orang, 1orang disebabkan oleh sesak nafas meninggal pada umur  2 bulan, 1 orang meninggal dengan cacat bawaan umur 9 bulan.  Sebagian besar kematian terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. Melihat data tersebut perlu dilakukan penyegaran kembali bagi tenaga kesehatan (dokter dan bidan) mengenai tatalaksana penyebab kematian tersebut sehingga angka kematian bayi diharapkan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. selain itu hendaknya  perlu juga diadakan bimbingan teknis mengenai prosedur rujukan bagi nakes. Berdasarkan data kasus yang ada maka dapat dilihat bahwa penyebab kematian bayi sangat bervariasi, bila dibandingkan dari angka kematian bayi pada tahun 2007 sebanyak 63 orang (6,67%) dari kelahiran hidup angka kematian bayi pada tahun 2008 mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa  pelayanan kesehatan terhadap masyarakat sudah cukup baik dan  sistim pencatatan  dan pelaporan data mengenai kematian bayi sudah dilakukan dengan cara melakukan audit maternal perinatal pada setiap kasus yang terjadi sehingga petugas dapat mengetahui dengan jelas sebab-sebab kematian.

No Comment

No comments yet

Leave a reply