Archive for Februari, 2009

Kematian Perinatal di Kota Bengkulu Tahun 2008

Derajat Kesehatan dapat diukur dengan angka kematian bayi. Jumlah kematian bayi pada tahun 2008 di kota Bengkulu sebanyak 39 orang (5,63%) dari 6.923 kelahiran hidup, Adapun penyebab kematian bayi yaitu  12 orang di sebabkan oleh BBLR, 7 orang disebabkan oleh asfiksia, 1 orang disebabkan oleh infeksi dan terbanyak  disebabkan oleh penyakit lain-lain  yaitu 17 orang. Penyakit lain-lain ini diantaranya yaitu 5 orang disebabkan oleh IRDS, 1 orang muntah-muntah, 3 orang disebabkan oleh bayi dengan partus macet, 1 orang dengan kelainan jantung, 1 orang disebabkab karena diare, 1 orang disebabkan karena Encepalus, 1 orang dengan cacat bawaan (Tidak ada dinding perut), 2 orang disebabkan karena jantung bawaan, gameli dan kebiruan, 1orang disebabkan karena bibir sumbing dan 1 orang disebabkan bayi lahir dengan placenta previa. Kematian bayi 1-12 bulan berjumlah 2 orang, 1orang disebabkan oleh sesak nafas meninggal pada umur  2 bulan, 1 orang meninggal dengan cacat bawaan umur 9 bulan.  Sebagian besar kematian terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. Melihat data tersebut perlu dilakukan penyegaran kembali bagi tenaga kesehatan (dokter dan bidan) mengenai tatalaksana penyebab kematian tersebut sehingga angka kematian bayi diharapkan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. selain itu hendaknya  perlu juga diadakan bimbingan teknis mengenai prosedur rujukan bagi nakes. Berdasarkan data kasus yang ada maka dapat dilihat bahwa penyebab kematian bayi sangat bervariasi, bila dibandingkan dari angka kematian bayi pada tahun 2007 sebanyak 63 orang (6,67%) dari kelahiran hidup angka kematian bayi pada tahun 2008 mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa  pelayanan kesehatan terhadap masyarakat sudah cukup baik dan  sistim pencatatan  dan pelaporan data mengenai kematian bayi sudah dilakukan dengan cara melakukan audit maternal perinatal pada setiap kasus yang terjadi sehingga petugas dapat mengetahui dengan jelas sebab-sebab kematian.

Pelaksanaan Kegiatan FGD Di Kota Bengkulu Tahun 2008

Salah  satu upaya yang dilakukan oleh dinas Kesehatan Kota Bengkulu untuk menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu adalah mengetahui keadaan ibu hamil tentang pengetahuannya, sikap dan perilaku ibu selama hamil serta  tradisi masyarakat mengenai kehamilan. Upaya yang telah dilakukan untuk mengetahui keadan ibu hamil tersebut melalui dana DHS tahun 2008 dilaksanakan kegiatan FGD atau Focus Group Diskusi. Adapun bentuk kegiatan FGD adalah mengumpulkan ibu hamil setiap posyandu berjumlah 10 orang dengan dipandu oleh bidan puskesmas.  Kegiatan FGD dilaksanakan di 90 Posyandu dibagi menjadi 2 angkatan. Angkatan pertama dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 30 Agustus 2008  dengan jumlah sampel 45 posyandu . Angkatan ke 2 dilaksanakan dari tanggal 6 November s/d 28 November 2008 dengan jumlah sampel 45 posyandu. Hasil kegiatan FGD yang telah dilakukan di 90 posyandu dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:

  1. Dilihat dari pengetahuan ibu hamil tentang ANC sudah baik dan sebagian ibu hamil memeriksakan    kehamilannya ke petugas kesehatan, seperti bidan dan dokter spesialis.
  2. Pengatahuan ibu hamil tentang buku KIA sebagian besar ibu sudah baik dan hanya sebagian kecil yang tidak mempunyai buku KIA alasananya karena mereka tidak memeriksakan kehamilan ke pelanyanan kesehatan ( Posyandu dan Puskesmas), bahkan bagi ibu hamil yang memeriksakan kehamilan ke dokter spesialis tidak mendapatkan buku KIA.
  3. Sebagian besar ibu hamil mempunyai makanan pantangan seperti tidak boleh makan nanas, kerupukkulit, kerak nasi, tebu, duren dan tape karena menyebabkan bayi panas. selain itu ada ibu hamil tidak boleh minum es karena akan menyebabkan bayi besar sehingga sulit melahirkan.
  4. Sebagian besar responden sudah mendapatkan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) dan sudah tahu manfaat dari imunisasi TT (Tetanus Toxoid) yaitu untuk mencegah penyakit tetanus pada bayi.
  5. Sebagian besar responden mendapat tablet Fe selama kehamilan dan tahu kegunaan dari tablet Fe yaitu untuk tambah darah dan meminumnya 1 kali sehari. namun ada sebagian kecil responden belum mengkonsumsi tablet Fe sesuai anjuran petugas karena responden merasa mual dan sering muntah.
  6. Sebagian besar responden tidak tahu tentang desa siaga dan belum pernah mendengar sama sekali dan tidak tahu apakah daerah tempat tinggalnya sudah termasuk desa siaga atau belum. Sebagian responden tahu tentang desa siaga yaitu seda siap antar jaga, bidan siaga, ambulans siaga dan siap melayani kesehatan 24 jam.
  7. Sebagian besar responden tidak tahu tentang GSI (Gerakan Sayang Ibu) bahkan belum pernah mendengar sama sekali, hanya sebagian kecil responden yang tahu tentang GSI yaitu Gerakan Sayang Ibu yang diperoleh dari media massa seperti televisi.

Dengan adanya kegiatan FGD petugas dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini petugas perlu meningkatkan penyuluhan tentang kesehatan ibu hamil dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Serta dapat meningkatkan sosialisasi tentang GSI dan Desa Siaga bagi masyarakat khususnya ibu hamil.

Kematian maternal di Kota Bengkulu Tahun 2008

Pada  tahun 2008 angka kematian ibu di kota Bengkulu   adalah 43,33 Angka ini masih dibawah angka kematian secara nasional maupun angka kematian propinsi Bengkulu. Jumlah kematian ibu yang teraji di Kota Bengkulu berjumlah  3 orang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing, Basuki Rahmat dan Kandang. Penyebab kematian ibu  karena pendarahan post partum. Tempat kematian ibu karena melahirkan 2 orang meninggal di rumah sakit setelah mendapat  pertolongan dari bidan dan dirujuk ke rumah sakit dan 1 orang meninggal di rumah  di tolong oleh bidan dan belum sempat di rujuk ke rumah sakit. Di Kota Bengkulu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 79,71% sisanya sebanyak 20,29% di tolong oleh dukun. Pada tahun 2008 Angka kematian ibu terjadi penurunan angka sebesar 61,51 % dibanding kematian ibu  tahun 2007, karena jumlah kematian ibu  sebanyak 7 orang  atau Angka kematiannya yaitu 104.84 Kota Bengkulu selain sebagai ibu kota , Kota Bengkulu juga sebagai ibu Kota Propinsi namun kepercayaan masyarakat terhadap dukun  sebagai sarana tempat melahirkan masih tinggi. Melihat hal tersebut dinas kesehatan kota  melakukan kegiatan kemitraan bidan dan dukun (BIKUN). Hasil dari kegiatan kemitraan bidan dan dukun adanya kesepakatan setiap dukun dalam menolong persalinan harus didampingi oleh tenaga kesehatan terlatih. adanya pertemuan rutin setiap  triwulan dan dan tenaga kesehatan menyampaikan informasi tentang masalah-masalah kesehatan ibu.

Kasus Bumil Resti Di Kota Bengkulu Tahun 2008

Jumlah Ibu Hamil pada tahun 2008 di Kota Bengkulu sebanyak 9.076 orang. Jumlah bumil risti/komplikasi  berjumlah 1.193 orang atau 13,14%. Ibu hamil resti adalah ibu hamil yang mempunyai indikasi antara lain adalah Hb < 8, tekanan darah tinggi, oedema nyata, eklamsia, plasenta prifera, bayi letak sungsang dan letak melintang. Semua ibu hamil risti/komplikasi ditangani oleh nakes (100 %). Jumlah bumil resti/Komplikasi terbanyak berada di Puskesmas Lingkar Timur yaitu 215 orang atau 20,09 % dan yang terendah  berada di Puskesmas Beringin Raya yaitu 7 orang atau 1,33%. Jumlah bumil  resti/komplikasi yang dirujuk ke RS sebanyak 149 orang atau 1,64% karena kasus perdarahan pervaginam, Infeksi jalan lahir, Eklampsi/Pre eklamsi, Partus lama, Komplikasi abortus dan lain-lain. Salah satu upaya pemerintah Kota Bengkulu untuk menangani kasus ibu resti /komplikasi ,yaitu melalui dana APBD Kota memberikan PMT Pemulihan kepada 30 orang bumil resti/komplikasi (Bumil KEK) dengan HB kurang dari 8 dan LILA (Lingkar Lengan Atas) kurang dari 22,5. PMT-Pemulihan diberikan selama 90 hari (3 bulan) dengan hasil yang diharapkan setelah pemberian PMT berat badan ibu naik sesuai dengan standart kenaikan berat badan ibu hamil  (8 s/d 12 kg) dan bayi yang dilahirkan mempunyai berat badan diatas 2500 gram, karena diketahui bahwa ibu hamil KEK merupakan produsen yang akan menghasilkan anak gizi buruk.